~Audi alteram partem~

You know your part of the story. Now hear the other side.
Cos everyone just want to be heard
.

Showing posts with label Indonesian. Show all posts
Showing posts with label Indonesian. Show all posts

A weekend well-spent

I think I've never written anything about my travels. I need to make it a habit so I can have written memories about the interesting things in my life.

So, first ever travel journal: Jakarta.
I haven't been there since forever. I can't even remember since when... Was it 2007 or 2008, or after that. 
Didn't really want to ever visit Jakarta because the traffic is traumatic. 
But a close friend is getting married so we have a excuse reason to go. 

I have to say this time the experience has been much better.
Jakarta is kinder to me this time.
  • There was less traffic. 
It helps, of course, that I arrived at 11 pm on Friday and went to the airport on 3 pm on Monday. And I was late meeting people most of the time, but hey, at least I got to meet them on the same day instead of the next day!
  • Uber ist gut
Seriously. It's much better than taking Taxi. It comes immediately, and it's dirt cheap. I was pleasantly surprised.
  • Partying, partying, hey!
Got to go some fancy places in Jakarta, like the Cloud Lounge. The place is meh, but what's good is I got to meet some old friends (and new)! The rare kind souls that I was lucky enough to befriend.


And not forgetting the best thing about visiting Indonesia: FOOD

 Bebek goreng and nasi bakar.

LOTS OF FOOD:

Mi kepiting, sate babi, crab noodle, pork satayChurros in Jakarta
Mi kepiting, sate babi, churros + Spanish coffee.
Gado-gadoSiomay Bandung
Gado-gado, and siomay Bandung.

And a lot more, but too many to list here. 
I might not be back to Jakarta any time soon, but now I have a better memory of this crowded city.

Next stop: Phuket!

The Falling Star

Teringat Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Teringat ketika sang Bintang terjatuh, tersandung cinta
Teringat ketika sang ksatria lebih memilih sang putri
Tapi kini sang Bintang tak lagi jatuh, ia telah mencapai tempat tujuannya
Dan siap menjelma menjadi seorang Putri

Falling is just flying with a rough landing.

Bidadari Pagi / Dewi Malam

Bidadari Pagi/Dewi Malam
Puisi dan lagu dari film 'Jomblo'.
A poem and a song from the Indonesian movie 'Jomblo'.

Bidadari Pagi

Engkau bidadari pagi
Engkau ratu di hari Rabu
Engkau adalah embun yang hendak melahirkan…
dan menetes di saat mentari bersemi
Engkau adalah sepi yang datang…
diantara petir badai menderu
Engkau adalah sejuk ….
yang angin bawa di februari
Engkau adalah sinar yang mentari
lahirkan setelah fajar pergi
Engkau adalah tangis yang ku bawa
ketika membayangkan kita berdua
Engkau adalah…
Engkau adalah alasan….
mengapa duniaku….ADA

Dewi Malam

Dewi malam ku pinta
Seorang wanita pada pasir
Dengan butirnya
Wajahmu terukir
Pergi menghamba jawab
Pada air di dalamnya
Ku rasa hangatmu mengalir
Kau datang dengan angin tak terasa
Kau datang menghembus membelai muka
Kupinta pintamu tuk beri nama
Dengar mereka sebut namamu

Dewi malamku, Dewi malamku

Mengasihimu dan menyayangimu
Aku rela pergi jauh tuk itu
Aku mencintaimu dan memilikimu
Aku rela mati rasakan itu semua
Rasakan itu semua

Kesuksesan itu bukan kunci kebahagiaan,
kebahagiaanlah kunci dari kesuksesan.
- Om Tukul Arwana

Success is not the key to happiness; happiness is the key to success.

Serba salah

When I'm quiet, they say I don't want to share stories.
When I talk, they say I keep talking about myself.

About * L O V E *

about love Bila suatu hari pasangan Anda meminta Anda melakukan atraksi sirkus: berjalan diatas seutas tali yang terbentang di ketinggian 3 meter, sekadar untuk menyenangkan hatinya, akankah anda melakukannya? Anda tahu itu akan menjadi tindakan yang sangat bodoh, bila anda benar-benar melakukannya. 

Sekadar untuk menyenangkan hatinya? Bagaimana bila aku jatuh dan patah tulang?” Anda juga tahu, bila pasangan Anda benar-benar mencintai Anda, ia tidak akan meminta Anda melakukan hal konyol seperti itu. Tetapi pertanyaannya adalah, akankah Anda melakukannya untuk dia –-dia, yang Anda cintai?

Mencintai adalah sebuah pilihan. Mencintai bukanlah menginginkan, apalagi meminta kebahagiaan. Sebaliknya, mencintai adalah memberikan kebahagiaan pada orang yang anda cintai. Cinta itu harus tetap ada, bahkan ketika orang yang kita cintai tidak (lagi) mencintai kita. Mencintai bukanlah sekadar “aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu pergi.”
Tetapi, “aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu menyelamatkan dia terlebih dahulu, ketika dia dan aku akan tenggelam.”
Mereka bilang, cinta butuh pengorbanan. Tidak. Bila Anda benar-benar mencintai, Anda tidak akan merasa sedang berkorban.
Kita harus mulai merevisi ulang makna cinta dalam kamus hidup kita. Akan menjadi pekerjaan yang sulit, memang, karena sudah entah berapa lama makna ‘cinta’ itu disalah-artikan.