~Audi alteram partem~

You know your part of the story. Now hear the other side.
Cos everyone just want to be heard
.

About * L O V E *

Bila suatu hari pasangan Anda meminta Anda melakukan atraksi sirkus: berjalan diatas seutas tali yang terbentang di ketinggian 3 meter, sekadar untuk menyenangkan hatinya, akankah anda melakukannya? Anda tahu itu akan menjadi tindakan yang sangat bodoh, bila anda benar-benar melakukannya. Sekadar untuk menyenangkan hatinya? Bagaimana bila aku jatuh dan patah tulang?” Anda juga tahu, bila pasangan Anda benar-benar mencintai Anda, ia tidak akan meminta Anda melakukan hal konyol seperti itu. Tetapi pertanyaannya adalah, akankah Anda melakukannya untuk dia –-dia, yang Anda cintai?

Mencintai adalah sebuah pilihan. Mencintai bukanlah menginginkan, apalagi meminta kebahagiaan. Sebaliknya, mencintai adalah memberikan kebahagiaan pada orang yang anda cintai. Cinta itu harus tetap ada, bahkan ketika orang yang kita cintai tidak (lagi) mencintai kita. Mencintai bukanlah sekadar “aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu pergi.”

Tetapi, “aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu menyelamatkan dia terlebih dahulu, ketika dia dan aku akan tenggelam.”

Mereka bilang, cinta butuh pengorbanan. Tidak. Bila Anda benar-benar mencintai, Anda tidak akan merasa sedang berkorban.

Kita harus mulai merevisi ulang makna cinta dalam kamus hidup kita. Akan menjadi pekerjaan yang sulit, memang, karena sudah entah berapa lama makna ‘cinta’ itu disalah-artikan.

-inspired by: I Kissed Dating Goodbye by Joshua Harris

0 comments:

Post a Comment